Menurut Kantor Berita ABNA, (13/7/2021) melaporkan, Juru Bicara Taliban Soheil Shahin meminta Turki sebagai anggota Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) untuk menarik pasukannya dari Afghanistan sesuai dengan perjanjian yang ditandatangani dengan Amerika Serikat pada 29 Februari 2020.
Juru bicara Taliban, Soheil Shahin mengatakan, "Turki adalah negara Muslim dan Afghanistan memiliki hubungan historis dengannya. Kami berharap memiliki hubungan yang kuat dan positif dengannya setelah pembentukan pemerintahan baru,".
Dengan sikap ini, Taliban sebenarnya menanggapi tawaran Turki baru-baru ini untuk mengamankan bandara Kabul oleh pasukannya.
Sebelumnya, Ankara mengusulkan ke Washington pada pertemuan menteri pertahanan NATO yang berlangsung Mei lalu mengenai peran aktif pasukan Turki dalam mengamankan bandara Kabul dan tinggal di Afghanistan.
Sementara itu, Amerika Serikat dan sekutunya berencana untuk menarik pasukan mereka dari Afghanistan.(PH)
342/